Skip to content

FKIP UNRIKA BATAM

  • Home
  • Tentang Kami
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Sejarah
    • Dosen
  • Program Studi
    • Pendidikan Bahasa Inggris
    • Pendidikan Biologi
    • Pendidikan Matematika
    • Pendidikan Sejarah
    • Bimbingan Konseling
    • Pendidikan Profesi Guru (PPG)
  • Akreditasi Prodi
  • Kurikulum
  • News
  • Contact Us
  • Toggle search form

WANITA TUNA SUSILA DALAM “KAMA SUTRA”, (refleksi tentang manusia menurut Hinduisme)

Posted on 09-05-2014 By Administrator

Tri Tarwiyani

Dosen Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan Batam

 

triAbstract

Penelitian ini merupakan sebuah pemnelitian yang menggunakan metode studi pustaka. Penelitian ini mengungkap tentang tiga persoalan yang terkait dengan judul di atas, yaitu pertama bagaimana wanita tuna susila di dalam Kama Sutra, ke dua persoalan tentang bagaimana konsep manusia dalam Hinduisme, dan yang terakhir, berdasarkan kedua persolan sebelumnya maka dibuat sebuah refleksi tentang bagaimana Hinduisme memandang wanita tuna susila.

Kama Sutra merupakan salah satu kitab agama Hindu yang mengajarkan tentang seksualitas manusia. Seksualitas merupakan sebuah hal yang tidak dapat  dipisahkan dari kehidupan manusia karena di dalam eksistensinya terdapat tiga hal yang dituntut dari manusia yaitu Dharma, Artha, dan Kama. Manusia harus dapat menyeimbangkan ketiga hal itu selain itu, manusia dapat mempraktekkan ketiga hal tersebut jika memang diharuskan untuk menjalani kehidupan  ini. Laki-laki lebih dititkberatkan untuk mencari Artha terlebih dahulu sebelum Dharma dan Kama sedangkan perempuan dianjurkan untuk menitikberatkan pada aspek Kama dibandingkan dengan Dharma dan Artha. Wanita tuna susila atau perempuan tuna susila dipandang sebagai golongan yang cukup terhormat di dalam masyarakat India karena mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dibandingkan perempuan pada umumnya. Selain itu mereka juga harus menguasai berbagai bidang yang pada waktu itu biasanya hanya dikuasai oleh laki-laki seperti bidang politik, seni, dan bidang-bidang lainnya.Hinduisme memandang bahwa kerja merupakan hakikat dari hidup sehingga tanpa bekerja maka manusia tidak dapat dikatakan ”hidup”. Hinduisme juga memandang bahwa segala sesuatu ada manfaatnya dan termasuk perempuan tuna susila. Perempuan tuna susila pada waktu itu di sukai karena pandangannya yang luas dengan pendidikan yang cukup tinggi. Mereka hanya mau berhubungan dengan laki-laki yang menurut mereka pantas, jadi tidak semua laki-laki dapat berhubungan dengan mereka. Hinduisme berpandangan bahwa hubungan seksual merupakan salah satu sarana untuk mengobati penyakit. Selain dari itu, mereka berpandangan bahwa Tuhan memanifestasikan diri-Nya di dalam segala sesuatu yang ada di dunia. Hinduisme memang merupakan salah satu paham yang beraliran Panteistik. Tuhan memanifestasikan diri-Nya juga dalam sperma atau air mani sehingga dalam hubungan seksual manusia terdapat manifestasi Tuhan. Oleh karena itu terdapat nilai penciptaan di dalam hubungan seksual. Di dalam aspek ini jelas terlihat bagaimana manusia dan Tuhan bekerja sama menciptakan makhluk baru yang diberi nama manusia.

Kata kunci: Kama Sutra, Hinduisme, Filsafat Manusia, Dharma, Artha, Kama.

Related

Pendidikan Sejarah

Post navigation

Previous Post: KLONING DALAM PERSPEKTIF DON IHDE
Next Post: KONTRIBUSI SELF ESTEEM DAN PERLAKUAN ORANGTUA TERHADAP KEMATANGAN ARAH PILIHAN KARIER SISWA SMA1

More Related Articles

PENGEMBANGAN SOFT SKILLS DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Jurnal Prodi
EPISTEMOLOGI MELAYU DALAM TINJAUAN HISTORIS Pendidikan Sejarah
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA SMA NEGERI I GUNUNG TALANG Pendidikan Sejarah
PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DI ERA GLOBALISASI Jurnal Prodi
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, PENGALAMAN MENGAJAR DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PROFESIONALISME DOSEN UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Pendidikan Sejarah
KERANGKA TEORI DALAM PENELITIAN DAN PEMAHAMAN SEJARAH Studi Kasus Sejarah Politik Keruntuhan Kerajaan di Surakarta Pada Masa Kemerdekaan Pendidikan Sejarah

Copyright © 2026 FKIP UNRIKA BATAM.

Powered by PressBook Green WordPress theme

 

Loading Comments...
 

You must be logged in to post a comment.