kknUNRIKA – Sabtu, 15 Oktober 2016. KKN-PPM merupakan program intrakulikuler atau bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi, khususnya jenjang program S1 yang berhubungan erat dengan pembinaan mahasiswa secara utuh. Program KKN-PPM Universitas Riau Kepulauan merupakan wajib yang ditempuh oleh mahasiswa pada setiap program studi jenjang S1. Program KKN-PPM menjadi bagian dari kurikulum setiap fakultas dan wajib diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Mahasiswa yang belum mengikuti program KKN belum dapat dinyatakan lulus dari Universitas Riau Kepulauan.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, S.Sos, M.Si menghadiri acara pelepasan ini. Dalam sambutannya agar KKNl dilakukan dengan total, diharapkan mahasiswa mengabdi sepenuh hati. Amsakar meminta para mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat ( KKN-PPM) hendaknya ada nilai tambah bagi warga masyarakat tempat kegiatan KKN-PPM tersebut.

“Jadi KKN-PPM itu harus ada makna,” ujar Amsakar Achmad di hadapan 553 mahasiswa Universitas Riau Kepulauan Batam yang akan melakukan kegiatan KKN-PPM, Sabtu (15/10/2016). KKN-PPM ini dilakukan di berbagai pulau yang masuk wilayah kerja Batam seperti Pulau Galang, Pulau Setokok, Tanjung Riau dan lain-lain.Amsakar menasihati para mahasiswa agar dalam bekerja itu serius, total, dan tidak hanya sekadar untuk jalan.”Jalankan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi itu,” kata mantan Dekan FISIPOL Unrika itu memberikan nasehat. Ia juga mengajak mahasiswa agar dalam kegiatan KKN-PPM jangan setengah-setengah. “Harus kerja total, republik ini membutuhkan orang bekerja total,” paparnya.

kkn1

Dengan tema pelepasan KKN-PPM ini PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DAN PULAU-PULAU” dalam paparannya Ade P Nasution, SE.,M.Si selaku Wakil Rektor I Universitas Riau Kepulauanmendukung penuh kegiatan KKN-PPM ini dengan kegiatan utama “LAUT BUKAN TONG SAMPAH” sebanyak 553 mahasiswa berasal dari 4 fakultas (FKIP, Fakultas Hukum, FISIPOL, Fakultas Ekonomi) menjadi 23 kelompok yang tersebar di-5 kecamatan daerah Batam.  Ade Parlaungan Nasution mengingatkan, dosen pembimbing harus serius membimbing mahasiswa dalam kegiatan KKN-PPN. “Jika ada dosen pembimbing lapangan (DPL) yang nggak aktif, segera laporkan!” ujar Ade P. Nasution. Ade mengatakan, dalam hal penelitian, sudah ada aturannya yang wajib dilakukan oleh para dosen. Oleh sebab itu, penelitian harus ditingkatkan mengingat hal itu tidak hanya didasari oleh Tri Dharma Perguruan Tinggi, tapi merupakan bentuk tanggungjawab dosen sebagai pendidik.

Adapun kegiatan pendukung KKN-PPM UNRIKA 2016 disesuaikan dengan potensi dan situasi pada masing-masing lokasi, antara lain dibidang Pendidikan , Pemerintahan , Hukum , Ekonomi Kerakyatan , dan Teknologi Tepat Guna.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unrika, Ramses, S.Pi.,M.Si, mengatakan, jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN-PPM tahun ini sebanyak 553 mahasiswa dari 14 program studi, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing.

Dipilihnya pulau-pulau dalam kegiatan KKN-PPM ini agar mahasiswa mengetahui bahwa masyarakat Batam tidak hanya di kota-kota besar menyebar di tiga ratusan pulau. Selain itu agar pengabdian kepada masyarakat tepat sasaran.