BATAM (HK)-Sejumlah dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam beramai-ramai mengunjungi Lapas Barelang Kelas II A Batam, Rabu (2/12) lalu. Mereka datang untuk menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara  Dekan FKIP Unrika Batam Dahrul Aman Harahap SPt, MM, MPd bersama  Kepala Seksi Bimbingan Pidana/Anak Didik, Maulana Luthfiyanto Amd.IP, SH. Serta akan membekali ilmu warga Lapas untuk bekal ikut ujian paket C.
Kegiatan MoU tersebut merupakan bagian dari program dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen FKIP Unrika Batam. Rencananya di Lapas Barelang Kelas II A Batam ini, para dosen akan mengadakan kegiatan tutorial bagi para warga binaan pemasyarakatan untuk mempersiapkan dirinya mengikuti ujian paket C, dan nantinya mereka memiliki ijazah setara dengan ijazah SMA.  Kegiatan tersebut langsung dibimbing para dosen Unrika dalam kurun waktu 1 tahun,  terhitung mulai bulan Januari 2016 sampai Januari 2017 mendatang.

Pelaksanaan dari kegiatan pengabdian masyarakat di Lapas barelang ini, bertujuan agar untuk  agar warga binaan pemasyarakata mempunyai bekal berupa legalitas formal di bidang pendidikan (ijazah) untuk kembali ke masyarakat. Para napi juga nantinya akan diberikan motivasi secara spritual untuk membantu dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan pembukaan Undang-Undang 1945. “Kegiatan kami di Lapas Barelang  ini, cukup direspon oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya petugas-petugas Lapas Kelas 2A. Kami disambut baik oleh bapak Maulana Luthfiyanto. Malah pak Maulana mempunyai harapan yang besar terhadap kegiatan ini, yakni agar warga binaan pemasyarakata dapat dibina dalam bidang akademik guna dapat menuntaskan program paket C mereka,” ujar  Dekan FKIP Unrika Batam Dahrul Aman Harahap SPt, MM, MPd usai mengadakan MoU.

Selain itu Lapas Barelang juga mempunyai misi untuk merubah paradikma masyarakat tentang Lapas, yang mana di lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman tetapi menjadi tempat introspeksi dan perbaikan diri dengan menggali dan mengembangkan potensi-potensi dari para warga binaan pemasyarakatan di Lapas. Sehingga mereka setelah keluar dari lapas ini dapat berbaur kembali di masyarakat, dan menjadi warga yang berguna buat lingkungannya.  Untuk mewujudkan misi tersebut,  tentunya butuh dukungan dari berbagai pihak dan Unrika tidak mau ketinggalan untuk ikut andil dalam program tersebut.

“Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami mengajak dosen-dosen untuk membina dan memberikan ilmunya melalui kegiatan tutorial. Kedepannya Unrika akan melakukan kajian lagi tentang program-program positif lainnya yang dapat dikembangkan di lapas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga mendapat respon yang sangat baik dari warga binaan Lapas 2A, terbukti dengan banyaknya warga lapas yang ingin mengikuti program ini yaitu berjumlah 32 orang. Mereka merasa senang dengan adanya kegiatan ini, karena mereka dapat menyalurkan energi mereka untuk melakukan hal-hal yang positif selama mereka berada di lapas,” ucap  Dahrul Aman lagi. (r/men)

 

Sumber : http://www.haluankepri.com/pendidikan/84754-sejumlah-dosen-unrika-batam-beramai-ramai-bina-warga-lapas-.html