Hari Selasa, 15 November Rombongan Pimpinan UNRIKA yang dipimpin Oleh Rektor, Prof. Dr. Nasruddin Harahap,SU mengadakan kunjungan sekaligus melakukan kegiatan monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan KKN PKM UNRIKA tahun 2016. Adapun lokasi Kegiatan KKN yang akan dikunjungi adalah lokasi KKN yang diikuti oleh mahasiswa KKN yang full time yaitu yang berada di Pulau Jaloh (Kec. Bulang) dan Pulau Kasu dan Pulau Sekanak Raya (Kec. Belakang Padang).

kkn1Mendampingi Rektor, turut Hadir WR I Unrika, Ade P. Nasution, WR-II, Rahman Hasibuan, Ketua LPPM, Ramses dan diikuti oleh Rumbadi, Wakil Dekan FH Unrika, Suryo Hartanto, Wakil Dekan FT Unrika dan ketua Prodi dan Dosen tetap lainnya.

Perjalanan di mulai dari Pelabuhan Tanjung Riau dengan menaiki kapal motor IKA MINA milik Koperasi Usaha Bersama (KUB) batam, menuju Lokasi pertama, yaitu Pulau Jaloh. Di pelabuhan – yang yang kerap disebut pelantar-rombongan singgah di sebuah kedai kopi untuk sekadar minum-minum atau makan makanan kecil di situ, sambil melihat pinggiran Kota Batam. Tampak perusahaan shipyard (galangan kapal) menguasai pinggir-pinggir laut dengan bangunan kokoh. Tentu, sebagai galangan kapal, ada beberapa kapal tengah lego jangkar. ” Kapal itu akan diperbaiki,” kata salah seorang teman kepada kami.

Pukul 09.wib kapal kayu yang mengangkut rombongan merapat, dan rombongan bergeas naik kapal itu. dan perlahan meninggalkan pelabuhan kecil tersebut. Waktu tempuh 2 jam untuk sampai ke Pulau Jalo.Di pulau ini ada 29 mahasiwa KKN. Disambut oleh ibu-ibu penabuh kompang, menjadikan rombongan tersanjung dan ada teman berbisik bahwa ini bukti mahasiswa KKN mampu berbaur dengan masyarakat setempat. Di Pulau Jaloh rombongan diterima oleh pemuka masyarakat pulau Jaloh beserta perangkat RW dan RT dan Juga mahasiswa unrika yang sedang KKN dan dimeriahkan dengan suguhan seni tradisional Kompang. setelah makan siang bersama warga dan mahasiswa, Rektor melakukan rapat dengan pemuka warga dan rombongan untuk meminta masukan atas pelaksanaan KKN PKM di pulau Jaloh

” Kami pun senang ade mahasiswa ni, ada program lomba-lomba di kampung ni, mereka yang atur-atur,”kata Muuclis,Ketua RW di sana.Selain itu masyarakat dianjurkan tidak membuang sampah ke laut, karena laut merupakan tempat hidupnya beragam spesies untuk kehidupan manusia.

mahasiswa-dan-anak-sd-1

Menurut Muchlis, pulau yang berbatasan dengan Kabupaten Karimun ini 100 persen penduduknya nelayan jadi-kata dia-program lingkungan dibawa para mahasiswa dengan motto : ” Laut bukan Tong sampah” sangat tepat. Penghasilan nelayan rata-rata Rp.1,5 juta per KK. Meskipun hasil tangkapan nelayan dijual dengan harga mahal, tapi ketika angin Utara tiba, nelayan tidak melaut. Angin kencang, ombak tinggi menjadikan para nelayan tidak melaut dan memperbaiki alat tangkap seperti bubu, jala, dan  kapal.Kerapu merah dibeli agen senilai Rp.200.000 per kilogram, sedangkan ikan Ungor senilai Rp. 110.000/kg, Udang Rp.70.000/kg, dan Udang Apollo Rp.110.000/kg, sedangkan Gonggong senilai Rp.15.000/kg. Penurunan pendapatan di musim angin Utara mencapai 5 persen, oleh sebab itu pendapatan rata-rata hanya Rp.1,5 juta.

Rektor Universitas Riau Kepulauan Batam, Prof.Dr.Nasaruddin Harahap, S.U. mengucapkan ribuan terima kasih atas kerjasama masyarakat setempat yang mendukung depenuhnya kegiatan mahasiswa. Nasruddin berharap KKN dari Universitas Riau Kepulauan Batam tidak hanya kali ini, tapi akan berkesinambungan selain itu, menasehati para mahasiswa tidak berprilaku yang dianggap bertentangan dengan masyarakat yang dikenal kuat dengan agama Islam. Mahasiswa yang KKN Pulau Jalo sebanyak 29 orang, delapan orang adalah laki-laki. ” Kami sangat senang di sini, karena anak-anak usia SD penurut,” kata salah seorang mahasiswa.

20161115_152806Usai menemui mahasiswa di Pulau Jalo, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Kasu yang waktu tempuh 1 jam. Di sini para mahasiswa kegiatannya menanam pohon dan mengecat pelantar. Pulau Kasu masuk Kecamatan Belakang Padang secara di tingkat Kelurahan didiami 1.257 KK. Di sini agak ramai dibanding Pulau Jalo sebab berdekatan dengan Belakang Padang. Sebanyak 29 mahasiswa KKN di sini.Waktu tempuh ke Batam hanya 30 menit menggunakan speed boat. Mahasiswa ditempatkan di sebuah rumah penduduk di RT-3/RW.01 Desa  Kasu. Ada kegiatan lomba azan yang digelar oleh mahasiswa untuk anak tingkat sekolah dasar. Panitia acara umumnya mahasiswa, dan melibatkan sejumlah pengurus masjid. Matahari mulai mendekati terbenam rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Sekanak Raya,Kec.  Belakang Padang.

Perjalan satu jam dan lima belas menit. Kami naik ojek menuju tempat para mahasiswa mondok. Terlihat mahasiswa membersihkan halaman tempat mondok mereka, yang merupakan bangunan yang dibangun pemerintah Kota Batam. bangunan ini sejatinya untuk para siswa tingkat SLTA yang berasal dari pulau-pulau sekitar, sehingga tidak perlu melanjutkan pendidikan tingkat SLTA di Batam.Di sini Rektor mengingatkan, agar para mahasiswa yang tiga hari lagi berakhir masa KKN, harus tetap menjadi nama baik almamater Universitas Riau Kepulauan. ” Jika datang tampak muka, dan pulang harus tampak punggung,” kata Rektor. Artinya jangan pergi-pergi begitu saja, harus ada acara perpisahan meski sederhana.M ahasiwa yang melakukan kegiatan KKN full time ini selama sebulan (19 Oktober sampai 19 Nopember 2016).

img-20161116-wa00001Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM ) Unrika, Ramses, S.Pi.,M.Si, mengatakan, jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN-PPM tahun ini sebanyak 572 mahasiswa dari 14 program studi dan dibagi 23 kelompok, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL ) masing-masing.” Tahun ini sengaja KKN di Pulau-Pulau,”katanya. Dengan moto : KKN di Pulau-Pulau Sepenuh Hati” ini diharapkan para mahasiswa lebih mengenal wilayah Batam yang luas, pembatasnya antara pulau satu dan lainnya adalah air (laut).” Jadi jangan cuma kenal daratan Batam,” kata Ramses.

Narasi dan Foto oleh : Rumbadi (FH UNRIKA Batam)